Sejarah Perusahaan PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) Persero


Halo sahabat info, pasti sudah kenal nih dengan PT PLN (Perusahaan Listrik Negara), oke baiklah kita mulai dari sejarah awal perusahaan yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini :

Sejarah listrik/tenaga listrik di negara kita dimulai pada akhir abad ke-19, ketika perusahaan-perusahaan Kompani atau Belanda mendirikan pembangkit tenaga listrik sebagai kebutuhan diri sendiri. Pengusahaan tenaga listrik tersebut berkembang menjadi untuk kepentingan umum, diawali dengan perusahaan swasta Belanda yaitu NV.

Perusahaan Listrik Hindia Belanda dimulai tahun 1897 ketika perusahaan listrik pertama Nederlandche Indische Electriciteit Maatschappij (NIEM atau Perusahaan Listrik Hindia Belanda), yang merupakan perusahaan yang berada di bawah N.V. Handelsvennootschap yang sebelumnya bernama Maintz & Co. Perusahaan ini berpusat di Amsterdam, Belanda. Di Batavia, NIEM membangun PLTU di Gambir di tepi Sungai Ciliwung. PLTU berkekuatan 7550KW tersebut adalah pembangkit listrik tenaga uap pertama yang memasok kebutuhan listrik di Batavia dan sekitarnya.

Singkatnya di tahun 1972, Pemerintah Indonesia yang sudah merdeka menetapkan status Perusahaan Listrik Negara sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN). Tahun 1992, pemerintah memberikan kesempatan swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan tenaga listrik melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17. Sejalan dengan kebijakan tersebut, pada bulan Juni tahun 1994 status PLN dialihkan dari Perusahaan Umum jadi Perusahaan Perseroan (Persero).

Perkembangan PLN

Setelah terbentuk menjadi persero di tahun 1992, PT. PLN (persero) memiliki beberapa aktifitas bisnis, antara lain:

Di bidang Pembangkitan listrik
Di penghujung tahun 2003 daya terpasang pembangkit mencapai 21.425MW tersebar di seluruh Nusantara.
Kapasitas pembangkitan sesuai jenisnya adalah sebagai berikut :
- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), 3.184 MW
- Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), 3.073 MW
- Pembangkit Llistrik Tenaga Uap (PLTU), 6.800 MW
- Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), 1.748 MW

Sebagai Perusahaan Perseroan Terbatas (PT), maka Anak Perusahaan diharapkan dapat bergerak lebih leluasa dengan antara lain membentuk Perusahaan Joint Venture, menjual Saham dalam Bursa Efek, menerbitkan Obligasi dan kegiatan-kegiatan usaha lainnya. Fakta lainnya konsumsi listrik Indonesia secara rata rata yaitu 473 kWh per kapita tahun 2003. This Number masih tergolong rendah dibandingkan rata rata konsumsi listrik dunia yang mencapai 2215 kWh per kapita (perkiraan tahun 2005). Dalam daftar yang dikeluarkan oleh The World Fact Book, Indonesia menempati urutan 154 dari 216 negara yang ada dalam daftar.

Bagaimana tertarik bergabung dengan Perusahaan PT PLN yang memiliki sejarah awal dari zaman Belanda, dan sekarang perusahaan ini sudah banyak mengantongi prestasi di bidang Corporate Social Responsibility (CSR)  dan penggiat pemberdayaan masyarakat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Perusahaan PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) Persero"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel